Kamis, 05 April 2012

Tips Memilih Laptop Murah Untuk Main Game Yang Baik dan Benar


Dulu, laptop merupakan barang mewah yang harganya cukup tinggi. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi mobile computing, harga laptop kini semakin bersahabat di kantung. Namun sayangnya, bagi para gamer, laptop yang layak pakai untuk bermain game merupakan tipe teratas yang masih terasa mahal mengingat beberapa persyaratan game menuntut spesifikasi hardware cukup berat.
Sebenarnya anggapan tersebut tidak selamanya benar. Saat ini, banyak laptop dengan harga terjangkau di bawah Rp 9 juta yang sudah memiliki kemampuan cukup mumpuni untuk memainkan game terbaru.
Berikut adalah tips agar Anda tidak salah memilih laptop yang akan digunakan untuk bermain game, dan tentunya tanpa harus memaksa Anda membobol rekening tabungan.
1. Jangan terpaku dengan besar memori VGA

Kebanyakan user terpaku dengan besaran memori VGA. Hal semacam ini menjadi celah bagi penjual nakal untuk membujuk rayu konsumen membeli produknya dengan dalih memori besar. Padahal yang utama dari sebuah VGA adalah chipsetnya.

Perlu diingat bila seri chipset kartu grafis pada laptop adalah chipset grafis versi mobile sehingga tidak bisa dibandingkan dengan chipset grafis yang diperuntukkan untuk komputer desktop. Semisal bila Anda akan memilih laptop dengan kartu grafis Nvidia 560M maka performanya tidak akan sehebat GTX 560 versi desktop, walaupun jenis chipsetnya sama.
Perbedaan ini lebih dipengaruhi karena masalah panas dan konsumsi daya yang lebih ketat untuk laptop. Pastikan juga Anda tidak memilih laptop dengan VGA onboard (semisal Intel GMA) jika ingin menggunakannya untuk bermain game. Hal ini dikarenakan VGA onboard tidak akan mampu menjalankan game dengan mulus.
2. Pilih laptop yang menawarkan kemudahan upgrade komponen

Beberapa laptop menyediakan pilihan agar beberapa komponennya (seperti RAM, VGA dan hardisk) bisa diupgrade. Sebisa mungkin carilah seri yang mendukung untuk kebutuhan ini.

Bila memiliki dana lebih, Anda bisa mengganti komponen-komponennya tanpa perlu membeli laptop baru. Jadi, jangan lupa tanyakan pada penjual apakah penggantian komponen pada notebook tertentu dapat dilakukan dengan mudah atau tidak.
3. Perhatikan ukuran dan resolusi layar

Ukuran dan resolusi layar sering berhubungan erat, dan ini amat penting untuk sebuah game. Semakin tinggi resolusi layar, semakin berat tuntutan sebuah game akan chip grafis yang baik.

Jadi jika laptop Anda hanya dilengkapi chip grafis yang pas-pasan, maka layar dengan resolusi terlalu tinggi akan menyebabkan game berjalan dengan setting minimum dan agak lambat.
Ukuran layar sendiri juga penting, mengingat bermain di layar yang berukuran terlalu kecil jelas akan mengganggu keasyikan bermain game itu sendiri. Kami sarankan, minimal Anda memilih laptop dengan layar berukuran 14 inci atau 15 inci jika sering bepergian membawanya, atau dengan layar berukuran 17 inci, jika bermaksud menggunakannya sebagai pengganti desktop dan Anda tidak sering membawa-bawanya.
4. Pastikan konektivitas sesuai dengan kebutuhan

Untuk bisa bermain game dengan nyaman, Anda tidak akan bisa mengandalkan touchpad. Untuk itu Anda memerlukan keyboard dan mouse gaming yang berkualitas.

Pastikan laptop Anda memiliki port USB yang cukup untuk memasang mouse, keyboard, gamepad/joystick dan pendingin laptop, karena saat digunakan untuk menjalankan aplikasi yang berat seperti game laptop akan cepat panas.
Perhatikan juga apakah laptop Anda telah memiliki koneksi HDMI atau setidaknya VGA, sehingga sewaktu-waktu Anda bisa menghubungkan laptop ke TV atau monitor dengan ukuran layar yang lebih besar.
5. Spesifikasi tertinggi belum tentu berarti yang terbaik

Jangan terpaku dengan seri tertinggi laptop yang akan Anda beli. Ada baiknya untuk memilih laptop yang berada 1-2 seri lebih rendah dari seri teratas, karena performanya tidak akan terlalu jauh namun dengan selisih harga yang cukup banyak.

Lima tips yang telah disebutkan di atas adalah petunjuk teknis saat mencari laptop murah untuk bermain game. Tidak sedikit faktor lain yang bisa membuat keputusan berubah saat tiba di toko tempat Anda membeli. Seperti promo belanja tertentu atau diskon spesial menjelang perayaan hari raya.

Tips Dalam Memilih VGA Card Yang Baik dan Benar

VGA (Video Graphics Accelerator) card adalah salah satu komponen komputer yg mutlak harus ada. Fungsinya mengolah data graphis unt ditampilkan di layar monitor. Sebetulnya VGA card merupakan satu unit “komputer mini” karena komponen ini memiliki sebuah prosesor (disebut GPU alias Graphics Processing Unit) dan membutuhkan memory juga. Disebut VGA card krn komponen ini memang berbentuk spt kartu yg di”tancap”kan pada motherboard (mobo) melalui satu slot yg khusus unt itu. Krn VGA card memiliki prosesor yg mengeluarkan panas saat beroperasi, maka pasti ada perangkat pendinginnya, bisa berupa sirip² logam dgn pipa² penghantar panas (heatpipe) atau berupa kipas pendingin (Heat Sink Fan/HSF).

Tak jarang VGA card ini sudah terintegrasi jadi satu dgn mobo, atau istilahnya VGA OnBoard (OB). Mobo dgn VGA OB tentu saja tdk lagi membutuhkan VGA card tambahan, kecuali bila VGA OB nya dirasa “kurang canggih”, masih bisa dipasang VGA card tambahan (add-on). VGA OB vs VGA add-on
Mau tak mau kita mesti membandingan 2 macam VGA ini. Pilihan mana yg harus kita ambil akan sangat tergantung dari kebutuhan kita atau kegunaan utama dari komputer itu sendiri.

Berikut adalah beberapa poin keunggulan VGA OB dibanding VGA add-on:
* VGA OB sudah terintegrasi dgn mobonya sehingga dipastikan tdk akan terjadi masalah ketidaksesuaian antara mobo dan VGA. Meskipun kasus ketidaksesuaian ini sangat jarang dijumpai, tapi kadang terjadi juga pada bbrp jenis dan merk mobo dgn VGA type dan merk tertentu.
* Harga mobo dgn VGA OB hampir sama, atau unt bbrp type/merk, bahkan lbh murah ketimbang mobo tanpa VGA. Jadi boleh dikatakan kita mendapat VGA “gratis”. Ini bisa menjadi solusi yg ekonomis untuk budget yg terbatas.

Namun bukan berarti VGA OB tdk memiliki kekurangan bila dibandingkan dgn VGA add-on. Berikut beberapa di antaranya:
* VGA OB tidak memiliki memory sendiri (tapi sekarang ini bbrp produsen mobo sdh ada yg menambahkan memory tersendiri atau sideport memory khusus unt VGA OB) . Dia hrs berbagi (share) dgn memory (RAM) yg terpasang di mobo. Akibatnya kapasitas RAM akan berkurang. Pada sistem dgn RAM terbatas, hal ini kan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan.
* Kinerja VGA OB relatif lbh rendah dibanding VGA add-on. Tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Kinerja VGA OB sama sekali tidak buruk, namun kemampuannya tentu saja agak terbatas, terutama unt aplikasi² yg membutuhkan kinerja VGA yg tinggi, contohnya main game 3D keluaran terbaru. Tapi dibanding dgn VGA add-on kelas bawah, boleh dikatakan VGA OB dewasa ini masih mampu mengimbangi bahkan mengunggulinya.
* Mobo dgn VGA OB biasanya ukurannya lbh kecil bbrp centimeter dibanding mobo tanpa VGA. Ukuran yg lbh kecil ini biasa disebut microATX (mATX). Ini dimaksudkan unt memangkas biaya pembuatannya (krn mobo dgn VGA OB ditujukan unt kelas berbudget rendah). Konsekuensinya, jumlah expansion slots (slot² unt komponen tambahan spt modem internal, TV tuner internal dll) juga lbh sedikit dibanding mobo tanpa VGA. Tapi ada juga bbrp merk mobo dgn VGA OB yg memiliki ukuran “normal” (ATX), walaupun sangat jarang ditemui.

ATI vs NVidia
Bila pasar prosesor dikuasai oleh 2 raksasa yakni Intel & AMD, maka pasar VGA juga didominasi oleh 2 pemain besar, ATI & NVidia. Kebetulan ATI bbrp waktu yg lalu telah diakuisisi oleh AMD. Secara umum kinerja VGA buatan ATI dan NVidia cukup berimbang pada kelas yg sama. Harganya pun relatif sebanding. Masing² memiliki kelebihan dan kekurangan. Sampai hari ini, ATI masih lbh unggul di aspek Image Quality (IQ atau kualitas gambar) sedang NVidia lbh unggul di kinerja 3D frame rates (kecepatan penampilan frame per detik). Sekali lagi tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Bukan berarti ATI kinerja 3D nya jelek atau sebaliknya NVidia IQnya buruk. Unt main game 3D, ATI bisa digunakan dgn baik juga. Demikian pula NVidia masih cukup prima tampilannya unt menonton DVD High Definition.

Dan dari waktu ke waktu, masing² produsen akan berupaya mengatasi kekurangannya shg suatu saat tdk lama lagi, kita bisa melihat keduanya berimbang dlm semua aspek. Sampai hal itu terjadi, ada baiknya bila komputer banyak dipakai unt design graphics atau menonton film, VGA card ATI adalah pilihan yg lbh baik, namun jika komputer banyak dipakai unt main game 3D, apalagi keluaran terbaru, VGA NVidia bisa menjadi pilihan yg lbh pas.

Tips memilih VGA add-on yg sesuai

Faktor pertama yg hrs diperhatikan adalah jenis slotnya hrs sama dgn slot yg ada di mobo. Ada 2 jenis slot unt VGA, AGP dan PCI-Express (PCI-E). Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada mobo keluaran terbaru. Jenis ini banyak digunakan oleh mobo yg sdh agak “uzur”. Dewasa ini, sebagian besar mobo menggunakan slot PCI-E. Faktor lain adalah karakteristik atau spesifikasi VGA nya. 3 hal yg perlu diperhatikan dari spesifikasi VGA adalah kapasitas memory, jenis memory dan lebar jalur komunikasi (buswidth). Sebagai contoh ada VGA dgn spesifikasi 256 MB DDR3 128 bit. 256 MB artinya besarnya memory VGA tsb, ini berpengaruh lbh pada tingginya resolusi yg mampu didukung oleh VGA itu. Apabila hendak menggunakan monitor ukuran besar (yg tentu saja resolusinya juga tinggi) maka kapasitas memory VGAnya juga hrs lbh besar. DDR3 adalah jenis memory yg mengacu pada kecepatan aksesnya. DDR3 tentu relatif lbh cepat aksesnya bila dibanding DDR2. 128 bit adalah lebar jalurnya, semakin lebar jalurnya, semakin banyak pula data yg bisa lewat dalam satu waktu. Ibaratnya sama dgn gerbang jalan toll, semakin banyak gerbangnya semakin banyak pula mobil yg bisa lewat, semakin pendek antrean, semakin cepat pula sampai di tujuan.

Tentu saja tdk boleh dilupakan adalah type GPU nya sendiri. Sama seperti prosesor, GPU juga memiliki kecepatan (core clock) yg diukur dgn satuan MHz. Bahkan persis spt prosesor, sekarang pun sdh ada GPU yg memilili lbh dari 1 inti. Kita tdk akan membahas terlampau teknis soal GPU ini. Intinya GPU generasi yg lbh baru perfromanya juga lbh bagus dibanding generasi yg lama (asal spesifikasi memorynya sebanding). Faktor lain yg juga hrs diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yg masih D-Sub (port yg lazim digunakan pada monitor CRT), ada yg DVI (biasanya untuk bbrp jenis monitor LCD) dan bahkan ada yg HDMI (unt monitor LCD High Definition). Sering pula ada port S-Video, yaitu port berbentuk bulat untuk dihubungkan dgn pesawat TV yg difungsikan sbg monitor. Pada bbrp jenis VGA bahkan ada yg sdh mendukung lbh dari 1 monitor.

Fitur² yg didukung oleh VGA juga perlu dipertimbangkan. Misalnya fitur dukungan thd DirectX (DX) versi tertentu. Ini hrs kompatibel dgn sistem operasi atau aplikasi yg akan digunakan agar tampilan gambar lbh sempurna. Versi terbaru dari DirectX adalah DX10. Apabila anda menggunakan sistem operasi Windows Vista, pilihlah VGA yg sdh support DX10. Umumnya VGA generasi terbaru sdh mendukung DX10. Setelah sekian lama topik ini akhirnya hadir juga di blog ini, yap! dengan seiringnya kemajuan teknologi, vga kini semakin banyak ragamnya, kemudian bagaimana memilihnya?ini adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada saya, berikut ulasannya!

VGA (Video Graphics Accelerator) card adalah komponen komputer yang harus ada. Fungsinya mengolah data grafis untuk ditampilkan pada monitor. Karena fungsinya yang mengolah data tadi, oleh sebab itulah VGA mempunyai prosesor dan memori. Kenapa disebut VGA Card?karena benda ini ditancapkan seperti kartu di Motherboard(MoBO) ;) Benda ini juga harus dilengkapi dengan pendingin untuk mendinginkan prosesornya agar tidak tewas meleleh :) biasanya berupa logam dgn pipa penghantar panas (heatpipe) atau kipas pendingin (Heat Sink Fan/HSF). Untuk beberapa motherboard biasanya sudah dilengkapi dengan VGA OnBoard (OB). Mobo dengan VGA OB sudah bisa digunakan untuk berkerja kecuali bila VGA OB nya dirasa “kurang bertenaga”, anda bisa menambahkan dengan VGA card add-on.

its u’r choice : VGA OnBoard or VGA Add On
inilah 2 pilihan utama kita, dan memilihnya cukup dengan mempertimbangkan kebutuhan anda.

Keunggulan VGA OnBoard :
* Sudah terintegrasi dengan Motherboard sehingga bisa dipastikan tidak ada masalah ketidakcocokan motherboard dan VGA nya.
* Lebih ekonomis, cukup membeli motherboard saja tanpa perlu membeli VGA Add On lagi ;)

Kekurangan VGA OnBoard
* Banyak VGA OnBoard yang tidak punya memori sendiri, sehingga alat ini Share/berbagi memory(RAM) dari motherboard, inilah yang disebut dengan “Shared Memory”, anda akan sering menemukannya untuk spesifikasi laptop :) tentu saja karena memori yang telah di share otomatis kinerja komputer akan berkurang.
* Biasanya Motherboard dengan VGA OnBoard berukuran microATX, karena tujuannya untuk konsumen yang mengincar barang ekonomis, sehingga expansion slot seperti PCI menjadi lebih sedikit.
* VGA OnBoard berkinerja lebih rendah dari VGA add-on, tapi bukan berarti buruk! memang jika untuk digunakan dalam proses komputasi 3D akan mengalami kendala berhubung fitur dan kinerja yang terbatas, tapi VGA OnBoard akhir-akhir ini (topik ini dibuat pada Oktober 2008) sudah memiliki fitur dan performa yang bisa dibilang bagus.

ATI vs NVidia
Inilah 2 pabrikan VGA yang telah ber”perang” sejak lama :) sampai saat ini bisa dibilang merekalah pioneer dalam pertarungan VGA.

Sampai saat tulisan ini dibuat, ATI masih lbh unggul di aspek Image Quality (IQ atau kualitas gambar) sedang NVidia lbh unggul di kinerja 3D frame rates (kecepatan penampilan frame per detik). Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa E-Magazine seperi MaximumPC, ini adalah salah satu situs favorit saya (^_^)v. Namun bukan berarti ATI kinerja 3D nya jelek atau sebaliknya NVidia IQnya buruk !! Dari hasil test dan survei yang dilakukan, perbedaan yang ada tidak signifikan.

Namun saran saya, dengan mempertimbangkan kelebihan masing-masing pabrikan saat ini jika anda adalah penggemar film HD dan berkecimpung dalam dunia desain grafis maka VGA card dari ATI akan menjadi pilihan yang baik (sekali lagi bukan berari NVidia buruk!). Enough for the brand, sekarang bagaimana memilih spesifikasinya?let’s see!

Bagaimana memilih VGA add-on yang sesuai?sesuaikan dengan kebutuhan!(sudah pasti)

Hal pertama yang harus diperhatikan adlah, apa slot VGA pada motherboard anda?AGP atau PCI-Express?jika anda tidak tahu dan malas membuka casing komputer untuk melihat isinya, cukup liat saja buku manual motherboardnya :) saat ini slot VGA yang sering digunakan adalah PCI-Express(PCI-E). Berikutnya adalah prosesor (GPU, Graphic Processing Unit), bisa dibilang faktor yang ini tidak usah dibahas secara teknis, karena pada intinya seperti memilih processor, semakin baru generasi GPU nya maka (seharusnya) semakin bagus.Kalaupun anda menginginkan dibahas secara teknis dan mendalam, tunggu tulisan saya berikutnya! (^o^)v. Faktor lain yang penting adalah, kapasitas, tipe memory, dan buswidth!inilah yang sering menjadi pertanyaan konsumen yang ingin membeli VGA card. Untuk pembahasannya, kita andaikan ada kasus :
VGA 512 MB GDDR3 128 bit
artinya VGA ini mempunyai kapasitas memori 256 MB, memori ini akan berpengaruh pada resolusi monitor yang mampu ditanggung oleh VGA ini, jika anda menggunakan layar/monitor yang besar maka pilihlah memori yang besar pula.
Catatan : untuk anda yang mempunyai monitor 22? dan seorang gamer maka saya sarankan menggunakan memori lebih dari 512 MB (^-^) .
DDR3 adalah tipe memori yang digunakan, tipe ini akan berpengaruh pada kecepatan akses, ada perbedaan dalam latency dan bandwidth serta tegangan yang dipakai, kalau mau dibahas bisa jadi topik sendiri nih :) untuk mudahnya semakin tinggi generasinya maka power consumption dan panas nya akan semakin berkurang. lantas apa maksud dari 256 bit?256 bit adalah buswidth atau lebar jalur datanya, semakin lebar maka semakin besar data yang bisa dilewati dalam satu satuan waktu.

Oh ya, jika anda bertanya apa bedanya DDR dengan GDDR?memori DDR2 dan DDR3 yang digunakan pada graphic card mempunyai perbedaan karakteristik dengan DDR2 dan DDR3 yang digunakan pad komputer, terutama pada voltasenya. makanya memori pada VGA disebut GDDR(G dari kata Graphic). Kalau anda sering melihat tulisan DDR itusih cuma salah pelabelan saja, alias penulisan yang tidak lengkap, seharusnya memori untuk VGA add-on ditulis GDDR. Satu lagi, teknologi ini ada juga yg campuran, VGA nya punya memory sendiri(biasanya kecil) namun juga bisa mengambil dari RAM kalau dirasa memory kurang. Di NVidia disebut TurboCache, kalau di ATI disebut HyperMemory.

Faktor berikutnya yang tidak kalah penting adalah port keluarannya. Ada yang berupa D-sub (port yang biasa untuk monitor CRT), DVI (biasanya untuk LCD), dan HDMI! (untuk monitor HD LCD). Bisa pula dengan port S-Video sehingga anda bisa menggunakan TV anda sebagai monitor, dengan banyak keterbatasan tentunya. Pertanyaan yang sering diajukan adalah, apa bedanya D-Sub dengan DVI, manakah yang lebih bagus?D-Sub masih berupa analog, informasi grafis yang dikirim dari VGA berupa digital akan di convert menjadi analog kemudian pada layar monitor akan di convert menjadi digital lagi, hal ini akanmenyebabkan data mengalami penurunan kualitas, hal ini akn terasa pada processing image yang besar atau proses 3D. DVI menggunakan digital sehingga tidak ada proses convert dalam transfer.




Tips Memilih Laptop Yang Baik dan Benar


Mungkin bagi Anda yang ingin beralih dari PC ke laptop, belum mengetahui cara-cara memilih laptop yang baik. Banyak berbagai merk Laptop beredar di pasaran. Hal ini akan membuat Kita menjadi pusing untuk memilihnya. Nah, artikel kali ini akan mengulas cara memilih laptop yang baik agar tidak menyesal nantinya.
Pada dasarnya, semua laptop adalah sama. Mengapa saya bilang demikian? Itu karena spesifikasi laptop, sama-sama menggunakan processor Intel atau AMD. Meskipun demikian, tetap kita harus selektif memilih merk laptop dengan baik. Berikut vendor-vendor laptop internasional diurut berdasarkan rangkingnya:
  • Apple Macintosh
  • Sony Vaio
  • Toshiba
  • Hewlett-Packard, Compaq
  • Dell
  • Asus
  • Lenovo
Ketujuh laptop diatas adalah termasuk jenis-jenis laptop terpercaya. Namun, kita juga harus mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing vendor.
  • Apple Macintosh
Laptop ini menggunakan system operasi Macintosh. Kelebihan dari laptop ini adalah spesifikasi yang tinggi dan model  yang elegan. Namun kelemahannya, laptop ini sulit sekali didapati di kota-kota kecil. Selain itu, harga yang ditawarkan juga cukup tinggi. Juga Sistem Operasi yang digunakan laptop ini memiliki cara kerja yang rumit. Sangat tidak dianjurkan memilih laptop ini apabila masih dalam status amatir.
  • Sony Vaio
Kebanyakan dari Laptop Sony Vaio memiliki Sistem Operasi paket langsung di laptopnya. Maksudnya, rata-rata dari laptop ini sudah ada Genuine Windowsnya. Selain itu, Laptop ini memiliki design yang menawan, performa yang tinggi, dan spesifikasi yang lengkap. Sama seperti Apple, Sony Vaio cukup menguras budget. Untuk mendapatkan spesifikasi standart, Anda harus merogoh kocek sekitar 15 juta rupiah. Tetapi, laptop ini sudah banyak dijumpai di kota-kota kecil.

  • Toshiba
Bisa dikatakan Toshiba adalah Laptop Bagus Yang Ekonomis. Bagi Anda yang ingin mempunyai laptop bagus yang ekonomis, Toshiba bisa menjawab. Mengapa Toshiba terkesan murah? Kebanyakan dari Toshiba tidak disertai Sistem Operasi bawaan. Jadi Anda harus menginstalnya sendiri. Kelemahan dari laptop ini adalah rata-rata design adalah design yang klasik. Maksudnya berbentuk kotak. Sudah banyak beredar di pasaran.

  • Hewlett-Packard, Compaq
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa HP dan Compaq dijadikan satu di artikel kali ini? Itu dikarenakan Compaq merupakan bagian produksi dari Hewlett-Packard Company. Kelebihan dari Laptop HP (biasanya jenis pavilion) adalah model dan design yang elegan. Selain itu, tombol yang digunakan menggunakan sensor lampu. Tombol yang dimaksudkan adalah tombol untuk memperbesar volume, mengatur brightness, dan lain-lain. Kelemahan dari laptop ini adalah, kebanyakan terbuat dari logam. Sehingga terkadang memberikan efek setruman 

kepada Anda. Selain itu, performanya rata-rata tidak terlalu istimewa. Tetapi, masih dalam keadaan standart. Bisa dikatakan bahwa HP Pavillion adalah Laptop dengan Design yang keren. Sedangkan Compaq (biasanya Presario), performa yang ditawarkan rata-rata sangat istimewa. Kebanyakan laptop Compaq sudah menggunakan processor Core (walaupun terkadang ada juga yang Pentium). Kelemahan dari Laptop ini adalah modelnya yang klasik. Sehingga laptop ini tidak cocok untuk dibuat gaya. Bisa dikatakan bahwa Compaq adalah Laptop dengan Otak yang encer.

  • Dell
Laptop ini merupakan laptop yang paling awet diantara semua. Laptop ini bisa bertahan hingga 6 tahun (hasil pakai yang terawat). Selain itu, performanya juga sangat istimewa. Harganya pun cukup terjangkau. Kelemahan dari laptop ini adalah jarangnya penggunaan VGA card pada laptopnya. Hal ini membuat para gamer tidak memilih laptop ini. Selain itu, bentuk dan desainnya jelek sehingga laptop ini terlihat lawas. Namun, jika tidak digunakan untuk gaya, kelemahan ini tidak akan jadi masalah bagi Anda.

  • Asus
Laptop Para Gamer. Mungkin julukan inilah yang pantas disandang untuk ASUS. Hampir semua laptop ASUS dilengkapi dengan video card. Selain itu, hamper semua games direkomendasikan oleh ASUS. Jadi jika kamu gamer sejati, lebih baik memilih laptop ini. Kelemahan dari laptop ini adalah performa yang lambat. Jika digunakan untuk membuka program berat sejenis Corel dan PhotoShop seringkali terjadi hang. Sangat tidak cocok digunakan untuk pegawai kantoran. Karena akan mempersusah kerja Anda.

  • Lenovo
Nama baru. Namun jangan diremehkan. Vendor yang satu ini, sama seperti Sony Vaio dan Toshiba. Namun jauh lebih murah lagi. Saya tidak berani berbicara banyak. Karena saya tidak pernah melakukan uji coba terhadap laptop ini.

Setelah mengetahui vendor-vendor laptop, berikut hal-hal lainnya agar kita tidak menyesal ketika membeli laptop:
  • Pastikan membeli laptop yang baru. Karena biasanya laptop second hand perlu dipertanyakan kualitasnya
  • Jika terpaksa membeli second, pastikan membeli di toko terpercaya
  • Jika membeli baru, pastikan laptop dalam keadaan tersegel baik luar maupun dalam. Karena apabila segel dalam terbuka, harga jual akan jatuh
  • Pastikan kartu garansi telah dikirim ke vendor atau produk Anda telah terigistrasi
  • Beli laptop sesuai kebutuhan Anda. Pilih spesifikasi yang cocok dengan Anda
  • Apabila Laptop sudah ada OS bawaannya, pastikan disertai segel untuk mengecek keasliannya
  • Cek kelengkapan perangkat laptop sebelum meninggalkan toko
  • Bila perlu, belilah tas yang bagus dan tebal. Hal ini akan mencegah benturan kepada laptop
Jika ada pertanyaan mengenai postingan saya di atas, sekiranya bertanya melelui e-mail saya di fandycimot@gmail.com.